Panduan Sederhana dalam Cara Berinvestasi

Panduan Sederhana dalam Cara Berinvestasi

Ada banyak istilah dalam aktivitas berinvestasi yang menuntut rangkaian penjelasan panjang. Namun untuk tahap awal, Anda bisa fokus pada poin-poin dasar seperti berikut

Memiliki tujuan jelas. Kenapa tujuan (objective) dalam berinvestasi sangat penting? Hal ini karena jika Anda tidak memiliki tujuan yang jelas, maka akan sulit menentukan langkah apa yang harus diambil selanjutnya. Tujuan akan memengaruhi investasi seperti apa yang sebaiknya Anda ambil, mulai dari segi jangka waktu, jenisnya, hingga di mana Anda ingin menempatkan investasi tersebut.

Menilai seberapa banyak modular yang bisa Anda siapkan. Modular (capital) ini membahas seputar dana atau aset yang Anda miliki sekarang. Saat ini, berinvestasi dengan modular Rp100.000 atau kurang dari itu sudah mungkin untuk Anda lakukan. Modular juga mempengaruhi jenis investasi, misalnya emas, saham, atau properti.

Memahami risiko pada diri sebagai speculator dan jenis investasi yang diambil. Segala hal yang berhubungan dengan perputaran uang memang tidak akan terlepas dari faktor untung-rugi. Yang dimaksud dengan risiko pada diri sendiri adalah kemampuan secara finansial. Ketika Anda memutuskan untuk berinventasi, hal pertama yang Anda lakukan tentu saja menyiapkan sejumlah dana, baik saat akan memulai maupun selama prosesnya. Dalam hal ini, lebih dulu terlepas dari utang dan memilki kondisi pendapatan yang stabil dan dana ekstra adalah beberapa hal yang patut diperhatikan.

Lalu yang kedua adalah risiko dari jenis investasi. Dalam berinvestasi, imbal balik (return) dan risiko (chance) akan selalu beriringan. Ada jenis investasi yang memiliki risiko kerugian tinggi namun justru mampu menghasilkan imbal balik yang besar. Sebut saja saham. Tidak jarang, jenis investasi ini malah membuat seorang financial specialist gigit jari karena tidak mendapatkan apa-apa. Kemudian jenis lainnya adalah emas. Harga emas cenderung merambat naik setiap tahunnya. Karena kondisinya yang stabil, sebagian besar masyarakat masih menggemari jenis investasi ini.

Apa Itu Diversifikasi?

Untuk memperoleh hasil yang diharapkan, berbagai strategi penanaman modular memang sebaiknya dilakukan. Salah satu strategi yang withering sering dilakukan adalah dengan sistem diversifikasi atau menyebar modular yang dimiliki ke beberapa jenis investasi. Diversifikasi juga bisa diterapkan ke dalam satu jenis investasi.

Misalnya, si financial specialist memilih investasi saham, dan dia menyebarnya tidak hanya pada satu perusahaan saja melainkan lebih. Hal ini bertujuan untuk memperkecil risiko kerugian pada return nanti. Atau bisa dibilang, jika salah satu perusahaan bangkrut, maka posisi financial specialist masih relatif aman dengan adanya saham pada perusahaan lainnya.

Ini adalah salah satu cara berinvestasi yang umum dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *